Ondansetron – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping yang Perlu Diperhatikan

  • Share


Ondansetron merupakan salah satu obat yang sering diresepkan dokter saat mual. Obat ini tergolong antiemetik kuat yang efektif mengatasi mual dan muntah akibat berbagai penyebab.

banner 336x280

Manfaat Obat Ondansetron

Ondansetron merupakan obat dari golongan antiemetik, yakni obat-obatan untuk mengurangi mual dan muntah. Secara spesifik, obat ini termasuk ke dalam kelas antagonis reseptor serotonin 5-HT3, yang bekerja menghambat keluarnya serotonin di dalam usus dan sistem saraf pusat, yang memicu rasa mual dan muntah. 

Obat ini sering digunakan untuk mencegah mual dan muntah pada individu yang akan menjalani kemoterapi atau radioterapi. Obat ini juga kadang digunakan untuk mencegah mual dan muntah pada kehamilan. Meski demikian, ondansetron tidak efektif untuk mengatasi mual akibat mabuk perjalanan.

Peringatan Khusus Sebelum Mengonsumsi 

Ondansetron tidak boleh digunakan apabila:

  • Sedang menggunakan obat apomorphine.
  • Memiliki riwayat terhadap ondansetron atau obat lain yang sejenis (dolasetron, granisetron, palonosetron).

Untuk memastikan apakah obat ini aman digunakan, beritahukan dokter bila memiliki:

  • Gangguan hati.
  • Gangguan elektrolit seperti rendahnya kadar kalium atau magnesium di dalam darah.
  • Gagal jantung kongestif atau detak jantung yang lambat.
  • Memiliki riwayat pribadi maupun keluarga dengan sindrom long QT.
  • Adanya sumbatan pada saluran cerna (lambung atau usus).
  • Memiliki penyakit phenylketonuria (PKU).

Penggunaan obat ini juga meningkatkan risiko individu mengalami sindrom serotonin yang membahayakan nyawa. Sindrom ini terjadi ketika serotonin menumpuk di dalam tubuh. Kadarnya yang tinggi dapat menyebabkan gejala seperti:

  • Agitasi (memberontak), delirium (pikiran berkabur), dan halusinasi (mendegar atatu melihat hal-hal yang tidak nyata).
  • Berkeringat, detak jantung cepat.
  • Otot kaku, gemetar, kejang, atau gerak otot yang tersentak-sentak.
  • Koma. 

Meski tidak membahayakan janin, penggunaan obat mual ini pada ibu hamil tetap harus seizin dokter. Pada ibu menyusui, belum diketahui apakah kandungannya bisa dikeluarkan di dalam Air Susu Ibu (ASI) sehingga berefek pada bayi.

Selain itu, penting untuk diketahui bahwa obat ini tidak boleh digunakan pada anak di bawah usia 4 tahun.

Dosis yang Perlu Diperhatikan 

Ondansetron

 

Obat ini termasuk obat keras sehingga hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Obat ini tersedia dalam beberapa bentuk sediaan:

  • Tablet 4 mg dan 8 mg
  • Sirup
  • Supositoria
  • Larutan untuk injeksi

Dosis pertama ondansetron biasanya diberikan sebelum operasi, kemoterapi atau radioterapi dilakukan. Obat ini bisa diberikan secara oral maupuan suntikan intramuskular (ke dalam otot), dan suntikan intravena (ke dalam pembuluh darah).

Dosis pemberian bergantung pada cara pemberian dan penyebab gejala.

  • Dosis oral obat ini adalah 8 mg setiap 12 jam, yang diberikan 1-2 jam sebelum radioterapi, 30 menit sebelum kemoterapi, 1 jam sebelum dilakukan pembiusan praoperasi. Dosis untuk anak-anak adalah 0,15 mg per kg berat badan dengan maksimum 16 mg per kali pemberian. Ondansetron dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Dosis suntikan intravena adalah 4 mg setiap 12 jam dengan dosis maksimum 16 mg per kali pemberian.

Penggunaan obat ini tentu saja harus sesuai dengan anjuran dokter. Hindari mengubah dosis secara mandiri atau menggunakannya lebih lama dari yang dianjurkan.

Interaksi Ondansetron dengan Obat Lain

Ondasentron

 

Ondansetron dapat berinteraksi dengan obat, vitamin, dan suplemen yang dikonsumsi. Interaksi obat dapat menimbulkan efek yang berbahaya atau membuat obat menjadi tidak efektif.

    • Interaksi yang menimbulkan efek berbahaya. Obat seperti apomorphine tidak boleh digunakan bersamaan dengan ondansetron karena dapat membuat tekanan darah menjadi terlalu rendah hingga seseorang tidak sadarkan diri.
  • Interaksi yang meningkatkan efek samping. Konsumsi obat antidepresi seperti fluoxetine dan paroxetine dapat meningkatkan kadar ondansetron di dalam darah. Selanjutnya, hal ini akan meningkatkan risiko efek samping ondansetron.
  • Interaksi yang membuat ondansetron kurang efektif. Konsumsi obat antikejang seperti phenytoin atau carbamazepine, serta obat tuberkulosis seperti rifampin, rifabutin, atau rifapentine, akan menurunkan kadar ondansetron di dalam darah. Ini akan membuat kerja ondansetron menjadi kurang efektif.

Efek Samping yang Perlu Diperhatikan

Digunakan untuk Obati Mual, Ketahui Manfaat Ondansetron dan Efek Sampingnya

Efek samping yang umum terjadi akibat penggunaan ondansetron, mencakup:

  • Sakit kepala.
  • Diare atau konstipasi.
  • Rasa melayang.
  • Rasa mengantuk.
  • Rasa lelah.

Bila sifatnya ringan saja, efek-efek ini dapat menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari atau minggu. Bila terasa berat atau tak kunjung menghilang, konsultasikan dengan dokter.

Efek samping ondansetron yang lebih serius mencakup:

  • Konstipasi, kembung, atau nyeri perut yang hebat.
  • Sakit kepala yang disertai dengan nyeri dada, rasa melayang, pingsan, dan detak jantung cepat.
  • Jantung berdetak cepat dan keras.
  • Kuning pada kulit dan bagian putih mata.
  • Gangguan penglihatan berupa mata buram atau kehilangan penglihatan secara sementara (berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam).
  • Tingginya kadar serotonin di dalam tubuh yang ditandai dengan agitasi, halusinasi, demam, detak jantung cepat, refleks-refleks tubuh terlalu aktif, mual, muntah, diare, kehilangan koordinasi, hingga pingsan.
  • Munculnya reaksi alergi berat, yang ditandai dengan kulit memerah (flushing), sulit bernafas, tenggorok atau lidah membengkak, rasa melayang, dan batuk.

Segera cari pertolongan medis apabila mengalami efek samping yang serius, terlebih bila gejala dirasakan teramat berat hingga mengancam nyawa.

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.



Source link

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *