Keputihan Saat Hamil, Mana yang Normal dan Berbahaya?

  • Share


Keputihan saat hamil muda seringkali menjadi hal mengkhawatirkan dan membuat bumil bertanya-tanya tentang hal ini. Sebenarnya, normalkah keputihan saat hamil, kapan kondisi ini bahaya dan perlu diwaspadai? 

banner 336x280

Pada dasarnya, keputihan memang normal dan bisa dialami semua perempuan, namun pada kondisi tertentu bisa berbahaya dan butuh penanganan medis. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak ulasan berikut.

Tanda Vagina yang Sehat

Vagina adalah jembatan antara luar tubuh dan organ dalam reproduksi perempuan. Keasaman atau pH vagina termasuk normal selama tidak ada infeksi. Kondisi ini dibentuk oleh bakteri baik dalam tubuh secara alami.

Vagina yang sehat menghasilkan bakteri baik untuk membersihkan vagina dan membentuk dirinya kembali. Ini, sama halnya dengan fungsi air liur dalam menjaga kondisi mulut. Karena itu pengeluaran cairan dari vagina, yang dikenal dengan keputihan atau vaginal discharge termasuk hal yang normal.

Keputihan Saat Hamil Dapat Dikatakan Normal Bila…

Keputihan termasuk normal selama tampak bersih, atau tampak kekuningan jika mengering. Kemungkinan ia disertai dengan flek putih, encer dan berserabut.

Perubahan pada keputihan yang normal bisa disebabkan beberapa hal seperti menstruasi, tekanan emosi, kekurangan nutrisi, kehamilan, penggunaan obat-obatan termasuk pil KB.

Dijelaskan dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, keputihan saat hamil atau pun keputihan saat hamil muda memag sangat wajar terjadi. Ia mengatakan, pada perempuan hamil area vagina menjadi lebih lembap, sehingga sekret vaginanya menjadi lebih banyak.

“Tapi, yang keluar itu sebenarnta belum tentu keputihan yang tidak normal dan berbahaya,” tegasnya.

Lebih lanjut, dr. Dinta mengatakan bahwa keputihan saat hamil sebenarnya tidak ditentukan pada waktu tertentu, maksudnya keputihan ini bisa terjadi kapan pun. Bisa dimulai sejak awal trimester, kedua ataupun trimester akhir.

Kapan keputihan dikatakan tidak normal?

dr. Dinda mengatakan, penyebab keputihan pada perempuan hamil ini sendiri sebannya sama saja dengan keputihan pada perempuan lauinnya. Bisa bakteri, jamur, bisa juga parasit.

“Tetapi karena vagina ada perempuan hamil lebih lembap, hal inilah yang menyebabkan sekret vagina lebih banyak,” tukasnya.

Keputihan saat hamil dikatakan sebagai kondisi yang normal abila teksturnya tipis, bening atau putih susu, selain itu juga bisa dilihat dari aromanya ringan (tidak terlalu pekat).

Sementara keputihan yang tidak normal bisa dilihat dari perubahan warna dan banyaknya keputihan. Setiap perubahan pada keputihan baik jumlah, warna atau bau adalah gejala infeksi vagina. Biasanya disebabkan oleh infeksi pada vagina. 

Gejala infeksi vagina antara lain keputihan yang disertai rasa gatal, keputihan yang semakin banyak, rasa panas pada kulit saat buang air kecil, putih dan kental, dan keputihan yang berwarna hijau, abu-abu atau kuning dengan bau menyengat.

Tiga jenis keputihan saat hamil yang tidak normal

keputihan saat hamil

Secara umum, infeksi vagina akibat keputihan terbagi atas tiga jenis.

Pertama, Bacterial Vaginosis.

Meski penyebab pasti infeksi ini belum diketahui, sama halnya dengan infeksi jamur, ada sejumlah bakteri yang berkembang terlalu banyak di vagina. Hal ini rentan terjadi pada mereka yang memiliki pasangan lebih dari satu atau melakukan hubungan secara oral.

Gejalanya: jumlah keputihan yang banyak, berwana abu-abu, encer, berbau amis. Pada beberapa penderita, hanya sebagian gejala ini ditemukan.

Kedua, Trichomoniasis

Yakni infeksi yang disebabkan oleh organisme protozoa. Infeksi ini juga disebarkan melalui hubungan seksual. Protozoa ini bisa bertahan 24 jam pada tempat yang lembab seperti handuk basah, atau peralatan mandi lainnya adalah perantara bagi organisme ini untuk berkembang.

Gejalanya: keputihan berbusa atau berbuih, berwarna kuning atau hijau, berbau, jumlahnya banyak, disertai peradangan di vagina, urin semakin banyak dan gatal.

keputihan saat hamil

Ketiga, infeksi Monilia

Normalnya ada sedikit jamur di vagina perempuan. Infeksi Monolia ini terjadi jika jamur terdapat dalam jumlah banyak dan menyebabkan perubahan keseimbangan pH di vagina.

Infeksi ini biasanya bukan karena hubungan seksual.Tapi lebih banyak terjadi akibat stres, menggunakan alat KB oral, penderita diabetes, ibu hamil atau penggunaan antibiotik (karena bakteri baik yang dihasilkan tubuh dirusak oleh antibiotik yang menyebabkan jamur menjadi banyak).

Gejalanya: Jumlah keputihan yang banyak, berwarna putih dan kenyal, seperti keju lembut, gatal dan rasa panas di vagina.

Bagaimana Penanganan, Khususnya Keputihan Saat Hamil Muda?

Infeksi keputihan jenis ketiga, harus diwaspadai ibu hamil karena jika dibiarkan dapat menyebabkan bayi lahir prematur, ketuban pecah dini atau gangguan pada berat badan bayi.

Karena keputihan saat hamil adalah sesuatu yang normal, maka hampir tidak mungkin untuk menghilangkan keputihan secara keseluruhan.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengurangi dan menekan pertumbuhan organisme pada saat keputihan dan mengembalikan vagina dalam kondisi sehat.

Jika Anda mengalami keputihan saat hamil yang tidak normal, seperti gejala di atas segeralah konsultasi ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Namun secara umum Anda dapat mencegah infeksi keputihan saat hamil melalui beberapa cara berikut:

1. Jaga kesehatan, makan bergizi, cukup istirahat
2. Menjaga kebersihan area vagina dan menjaganya tetap kering
3. Gunakan celana dalam berbahan katun

keputihan saat hamil
4. Bersihkan vagina dari depan ke belakang

5. Hindari penggunaan pantyliner atau pembalut dengan pengharum

6.Gunakan obat-obatan seperlunya sesuai petunjuk

7. Jika sudah terkena infeksi hindari hubungan seksual hingga pengobatan selesai, jangan digaruk dan hindari penggunaan sabun apapun termasuk sabun mandi saat membersihkan vagina.

“Jika ditemukan keputihan yang tidak normal, harus dapat diatasi segera. Jangan ragu memeriksakan diri ke dokter, karena jika dibiarkan bisa sebabkan kontrakasi dan kelahirkan prematur,”jelas dokter Dinda lagi. 

Bunda, semoga ulasan keputihan saat hamil muda bermanfaat untuk Anda, ya, Bumil.

 

Baca juga:

id.theasianparent.com/keputihan-normal-dan-tidak-normal

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.



Source link

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *