HealthNews
HealthNews
Majalah HealthNews

Jejak Digital Media Tanpa Investor

Bertransformasi ke HealthNews.id

HealthNews.id — Bersama Komjen (Purn) Pol Ahwil Luthan, Kepala BNN pertama dan mantan Dubes Indonesia untuk Meksiko (kiri) tengah santai di kantor majalah Healthnews yg sederhana di daerah Ampera Raya, Pasar Minggu, Jaksel.

Sang jenderal sebagai Pemimpin redaksi, saya (kanan) sebagai redaktur eksekutif. Sama-sama sebagai pendiri, termasuk “jenderal” Jojo alias Budi Rahardjo dkk.

Majalah ini pernah mendapat penghargaan dari badan dunia PBB karena majalah ini adalah majalah pertama gaya hidup Indonesia yg mengusung informasi kampanye antinarkoba. Gaya MATRA tampak jelas dalam penyajiannya. Maklum, teknis pelaksanaannya dikomandoi si Jojo.

Berkibarnya warta itu hingga sekarang (dalam bentuk dot.com) mengantarkan jenderal Ahwil Luthan juga memperoleh penghargaan tertinggi “bintang….” bersama Megawati Soekarno Putri dari Presiden Jokowi pada 17 Agustus 2020.

Saya sendiri dalam salah satu tulisan di majalah itu pernah meraih juara pertama dalam lomba Sido Muncul Award IV.

Salah satu dewan juri adalah Moh. Sobari, Pempred kantor berita Antara. Arswendo Atmowiloto, salah satu satrawan kenamaan Indonesia juga pernah meraih sebagai juara pertama dalam Sido Muncul Award, tapi pada Sido Muncul Award kedua dan ketiga.

Sang jenderal tetap bersahabat hingga sekarang…

***

Yuk Nulis! Mengurai Benang Kusut Ide Menjadi Tulisan Yang Inspiratif

Idenya…
Menulis, kegiatan yang bagi sebagian orang menyenangkan, bagi sebagian lagi menyulitkan.

 

Sulit?

 

Bagi mereka yang merasa sulit, biasanya karena tidak tahu harus mulai dari mana dan apa yang harus ditulis, meskipun ada juga yang merasa menulis itu butuh usaha ekstra.

Beberapa bulan ini, sejak buku My Life is An Open Book beredar, banyak orang yang bercerita tentang berbagai problem mereka dalam menulis.

Maka, saya merasa terpanggil untuk membantu mereka mengatasi problem tersebut. Tulisan ini merupakan sharing saya sebagai penulis, bukan sebagai media pendidikan nonformal.

Tulisan ini saya buat bagi Anda yang baru pertama belajar menulis atau tidak percaya diri pada tulisan Anda.

Ada seorang kawan yang bertanya, “Kamu seorang penulis. Jika kamu menularkan ilmumu pada orang lain, apa tidak takut tersaing? Bisa saja lalu orang lain yang lebih hebat dari kamu.”

Jawabannya sederhana. Jika semua “guru” berpendapat begitu, tidak akan ada guru TK dan guru SD. Karena dijamin seluruh muridnya akan jauh lebih pandai dan terkenal.

Seorang kawan lain juga bertanya, “Apa kamu tidak salah membagi ilmu secara gratis?”

Jawabannya juga tidak kalah sederhana. Saya merasa malu pada para guru di dusun sana yang honornya bahkan jauh dari cukup tapi terus saja mengajar.
Kenapa?

Karena para guru itu tidak ingin muridnya lebih bodoh dan hidupnya lebih susah dari mereka. Belum lagi isu sekolah gratis yang sering diteriakkan di mana-mana. Mau bisa kok mahal? Sederhana, kan?

“Ilmu” menulis saya menjadi gabungan seluruh pengetahuan saya: ilmu komunikasi-jurnalistik, seni teater, kegemaran mendengar musik dan menonton film serta segala kemampuan saya.

Memang tidak seberapa, saya bahkan belum pernah ikut lomba menulis apalagi jadi juara. Saya hanya ingin lebih banyak orang yang juga mahir menulis.

Saya memfokuskan tulisan ini bagi Anda yang ingin menulis bebas, baik tulisan pendek maupun buku. Saya tidak akan menekankan berbagai teori keilmuan dan pakem karena tulisan merupakan ungkapan emosi, rasa, dan pemikiran. Itu saja.

(less)

 

Genevieve Lini Hanafiah adalah seseorang yang memilih menjadi Ibu rumah tangga bekerja dari rumah dan meninggalkan karirnya.

Lini pernah bekerja pada berbagai bidang seperti periklanan, jurnalistik dan penerbitan. Bidang lain yang juga digelutinya adalah seputar dunia teater (Teater Enhakam SMA 6 Jakarta dan Teater Fikom Univ. Prof. Dr. Moestopo), fotografi, dan penulisan.

Sejak tahun 2001, ia menjadi partisipan di sebuah yayasan antinarkoba, RIDMA Foundation, dan menjadi jurnalis di Majalah HEALTHNEWS di bawah bendera yang sama.

Lini ikut tergabung dalam tim ngasong buku Rm. CB. Kusmar yanto “Berjalan di Air Pasang Surut “. Sebuah buku yang seluruh keuntungannya disumbangkan ke PA St. Maria Pasang Surut.

Lini menikah dengan Gregorius Danny Koestijo dan dikaruniai dua anak Mikayla Karissa Denel dan Gavryel Griffin Denel.

Buku My Life is An Open Book merupakan buku pertama dan dipublikasikan. Bercerita tentang pengalaman tidak menyenangkan yang membuatnya bangkit melalui turning point yang luar biasa.

Buku ini memuat banyak filosofi menarik dan gagasan baru yang kadang tidak mudah diterima pemikiran orang awam.

Selain itu, cukup mengundang kontroversial karena dianggap membuka aib sendiri dan orang lain. Tulisan-tulisan Lini lainnya dapat Anda buka pada blog Lini dan blog the De.N.eL.s.

Ridma Foudation

**
Klik juga:  https://hariankami.com/menjadi-bagian-dari-komunitas-socialpreneur/

Tinggalkan Balasan