Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan Program Pemberdayaan Alternatif Di Provinsi Jawa Tengah

Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan Program Pemberdayaan Alternatif Di Provinsi Jawa Tengah

banner 336x280

Direktorat Pemberdayaan Alternatif laksanakan Monev Program Pemberdayaan Alternatif dalam rangka Monitoring kegiatan Pemberdayaan Alternatif di Jawa Tengah untuk mengevaluasi Program Pemberdayaan Alternatif yang telah dilaksanakan oleh BNNP dan BNNK.

Healthnews.id. Jawa Tengah, 5 s.d. 7 Desember 2023 Rapat Koordinasi Dengan BNNP Jawa Tengah
Diterima oleh Plt Koordinator P2M BNNP Jateng (Pak Jamal) didampingi oleh ketua tim dayamas bnnp jawa tengah (pak ginung) beserta staf p2M Ketua tim menyampaikan maksud dan tujuan monitoring evaluasi Pak jamal menyampaikan tahun 2022, BNN RI telah melatih masyarakat di kelurahan kalibanteng kulon dan di Tahun 2023 melatih masyarakat di jepara. Kelurahan kalibanteng kulon merupakan kawasan rawan narkoba dan prostitusi Tahun 2023 ini bnnp jateng telah mengintervensi kelurahan purwosari dengan jenis pelatihan potong rambut Masyarakat memiliki minat bakat potong rambut. Kendala nya adalah masyarakat menginginkan waktu pelatihan yg lbh lama dari 3 hari BNNP jateng jg telah bekerja sama dengan BAZNAS utk mendukung program P4GN. Selain itu BNNP Jawa Tengah mendapat hibah dr Pemprov Jateng sebesar 200juta yg digunakan utk HANI dan desa bersinar
Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan Program Dayatif Di Kelurahan Purwoyoso, Semarang, Jawa Tengah
Tim Diterima oleh Lurah Purwoyoso (Tri Hardiyono), ketua LPMK, Bhabinsa, tokoh masyarakat (pendamping) masyarakat purwoyoso. Kelurahan purwoyoso msh berstatus bahaya. Transaksi dilakukan oleh warga luar, hanya transaksi di kelurahan purwoyoso. Seperti di dpn balai RW, barang haram tdb diselipkan di sisi pagar. Kelurahan purwoyoso merupakan kawasan industri dan bnyk kontrakan yg disewa oleh masyarakat luar Maksud dan tujuan adalah melakukan monitoring dan evaluasi program pemberdayaan alternatif (lifeskill) pelatihan Las bagi masyarakat di kelurahan purwoyoso sebanyak 15 orang. Kelurahan purwoyoso terdiri dari 14 lingkungan (RW), 11.000 KKK dan 15.503 penduduk Pendamping melaporkan ada bbrp orang yg telah bekerja di bidang las. Alat pengelasan yg diberikan ke masyarakat msh aman dan tdk dijual. Alat diberikan kepda masing2 kelompok. Kendala : tim kurang solid dan krg nya koordinasi krna tim berdomisii dgn jarak yg agak berjauhan serta kurang adanya modal. Dikelurahan purwoyoso jg mendapatkan pelatihan budidaya lele oleh pemerintah daerah. Menurut bhabinsa, kelurahan purwoyoso merupakan kawasan perlintasan dari luar daerah, bnyk jalan2 sempit, lorong2 yg sepi shg sering dijadikan tmpt penyalahgunaan narkoba serta sering ditemukan barang2 bekas pakai penyalahgunaan Narkoba Ketua LPMK menyampaikan sering terjadi penyalahgunaan narkoba di purwoyoso namun sulit ditangkap krna pelakunya adalah warga luar Saran : pemuda dan masyarakat purwoyoso perlu diberikan sosialisasi mengenai P4GN Pendamping masyarakat jg memberikan saran perlu adanya pelatihan lanjutan. Krna baru diberikan pelatihan pengelasan tingkat mendasar. Skill mengelas msh dimanfaatkan utk membuat gapura di lingkungan purwoyoso dan blm dijadikan mata pencaharin BNN juga meminta aparat Desa/kelurahan, APH (Bhabinsa) dan masyarakat utk mengisi kuesioner IKKR utk melihat tingkat keterpulihan kawasan rawan narkoba. Sehingga masyarakat purwoyoso menjadi masyarakat produktif, berwirausaha mandiri, menjauhi penyalahgunaan narkoba
Monitoring Dan Evaluasi Program Bimtek Lifeskill Dan Keterpulihan Kawasan Rawan Di Kelurahan Bandarharjo
Panitia diterima oleh Lurah Bandarharjo (Pak Sayoko) dan perangkat kelurahan Bandarharjo Ketua tim menyampaikan mksd tujuan monev pelaksanaan program dayatif. Kelurahan bandarharjo merupakan kawasan rawan narkoba terdiri dari 12 RW dan 103 RT dengan penduduk berjumlah 23.000 Masyarakat bandarharjo ada yg menyalahgunakan narkoba (pengguna dan pengedar) dan melakukan kejahatan kriminal (penjambretan) Pada tahun 2021, sebanyak 15 orang masyarakat dilatih pengelasan Listrik di kantor RW. Peralatan pelatihan yg diberikan dikumpulkan di masing2 kelompok. Terdapat 2 (dua) orang peserta pelatihan yg telah membuka usaha Las Listrik. Selain itu juga mereka membantu membangun kanopi mushola
Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Penberdayaan Alternatif Dengan Bnnk Surakarta
Panitia diterima oleh Kepala BNNK Surakarta, P2M BNNK Surakarta dan Kabag Umum BNNK Surakarta Tahun 2022 BNNK Surakarta mendatkan anggaran Dayatif (bimtek lifeskill Las) dengan peserta 15 orang dan ada yang sdh berhasil menjadi pelaku usaha. Saran dari Pak Kepala BNNK Surakarta – BNN bekerjasama dg perusahaan swasta misalnya perusahaan HP melalui pelatihan konten medsos dalam rangka intervensi kawasan rawan narkoba. Setelah pelatihan akan diselenggarakan kompetisi nya dgn peserta yg berasal dr masyarakat kawasan rawan narkoba – Menyelenggarakan Rapat Kerja dalam Rangka Sinergi Stakeholder dengan Perusahaan Swasta ataupun BUMN yg dipimpin oleh Deputi Dayamas. Dalam kegiatan tsb, Deputi mengajak seluruh stakeholder utk memberikan dana CSR untuk mendukung program P4GN khususnya pemberdayaan masyarakat.

Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan Program Pemberdayaan Alternatif Di Provinsi Jawa Tengah

Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan Program Pemberdayaan Alternatif Di Provinsi Jawa Tengah

Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan Program Pemberdayaan Alternatif Di Provinsi Jawa Tengah

Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan Program Pemberdayaan Alternatif Di Provinsi Jawa Tengah

Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan Program Pemberdayaan Alternatif Di Provinsi Jawa Tengah

#War On Drug
#Indonesia Bersinar

Source link

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *