Rapat Evaluasi Penyusunan Rancangan Rencana Aksi Nasional Inpres P4GN Tahun 2020

Rapat Evaluasi Penyusunan Rancangan Rencana Aksi Nasional Inpres P4GN Tahun 2020

Direktorat Pemberdayaan Alternatif melaksanakan Rapat Evaluasi Penyusunan Rancangan Rencana Aksi Nasional Inpres P4GN Tahun 2020 – 2029 yang dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2023 di Ruang Kerja Direktur Dayatif

Healthnews.id. Jakarta, 6 Juli 2023 Kegiatan di buka oleh Bapak Drs.Edi Swasono, MM. (Direktur Pemberdayaan Alternatif) sekaligus memberikan evaluasi terkait pelaporan RAN P4GN tahun 2020 – 2022, serta memberikan arahan terkait penyusunan Rencana Aksi Nasional P4GN Tahun 2025 – 2029
Hasil Diskusi dengan Katim Dit Dayatif terkait Penyusunan Rancangan Rencana Aksi Nasional Inpres P4GN Tahun 2025 – 2029
antara lain:
Rencana Aksi Nasional
1. Pengelolaan potensi sosial dan ekonomi masyarakat pada kawasan rawan peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan prekursor narkotika, dengan target 8 K/L yang melaksanakan intervensi, mulai dari 40 kawasan yang di intervensi K/L pada tahun 2025 dan naik 5 Kawasan setiap tahun dan diakhir periode Inpres P4GN terdapat 60 Kawasan di Tahun 2029;

2. Fasilitasi Program Alternative Development pada Kawasan Rawan Tanaman Terlarang, dengan target 22 K/L yang melaksanakan intervensi, dan dilaksanakan di 5 Kawasan pada tahun 2025, dan 2 kawasan pada tahun 2026 – 2029;

3. Bimbingan teknis pendirian koperasi/badan usaha hasil karya masyarakat binaan Badan Narkotika Nasional pada kawasan rawan peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan prekursor narkotika, dengan target 3 K/L yang melaksanakan intervensi dan di laksanakan pada 2 Kawasan pada tahun 2025 – 2029;

4. Bimbingan teknis pemberdayaan alternatif kawasan rawan tanaman terlarang bagi petugas penyuluh pertanian dan penyuluh kehutanan di Lokasi Pilot Project, dengan target 3 K/L yang melaksanakan intervensi dan dilaksanakan di 2 kawasan Pilot Project.

Hasil Arahan dari Bapak Drs. Heri Maryadi, M.M (Deputi Dayamas BNN) sebagai berikut:
1. Pengelolaan potensi sosial dan ekonomi masyarakat pada kawasan rawan peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan prekursor narkotika, dengan target 8 K/L yang melaksanakan intervensi, mulai dari 40 kawasan yang di intervensi K/L pada tahun 2025 dan naik 5 Kawasan setiap tahun dan diakhir periode Inpres P4GN terdapat 60 Kawasan di Tahun 2029;

2. Fasilitasi Program Alternative Development pada Kawasan Rawan Tanaman Terlarang, dengan target 23 K/L yang melaksanakan intervensi, dan dilaksanakan di 5 Kawasan pada tahun 2025, dan 2 kawasan pada tahun 2026 – 2029;

3. Bimbingan teknis pendirian koperasi/badan usaha hasil karya masyarakat binaan Badan Narkotika Nasional pada kawasan rawan peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan prekursor narkotika, dengan target 3 K/L yang melaksanakan intervensi, dan dilaksanakan pada 2 Kawasan pada tahun 2025 – 2029;

4. Bimbingan teknis pemberdayaan alternatif kawasan rawan tanaman terlarang bagi petugas penyuluh pertanian, penyuluh kehutanan dan Penyuluh Kesehatan di Lokasi Pilot Project, dengan target 4 K/L yang melaksanakan intervensi dan dilaksanakan di 5 kawasan Pilot Project.

Hasil arahan dari Bapak Drs. Wahyono, M.H., CFrA., CGCAE. (Inspektur Utama BNN) sebagai berikut :

Perlu dilakukan Analisa dan evaluasi secara rutin terhadap PIC Inpres K/L dan PIC Inpres BNN melalui virtual (Zoom Meeting), yang bertujuan untuk mengevaluasi terkait kendala atau hambatan K/L dalam melaksanakan RAN P4GN dan juga untuk mengetahui sejauh mana target yang telah tercapai dalam kurun waktu pelaporan semester 1 dan semester 2.

Rapat Evaluasi Penyusunan Rancangan Rencana Aksi Nasional Inpres P4GN Tahun 2020 – 2029

#WarOnDrugs
#SpeedUpNeverLetUp
#IndonesiaBERSINAR

Source link

Exit mobile version